Bandar Judi Online – Serangan Bom Ke Dortmund, Sokratis: “Kami Bukan Binatang”

Dortmund

Sebagai bandar judi online yang selalu memberikan pengalaman bermain terbaik bagi para membernya, interwin.me juga senantiasa memberikan berita-berita terbaru seputar dunia bola juga lho. Ni simak berita yang berhasil kami rangkum ya guys.

Pemain klub Borussia Dortmund, Sokratis Papastathopoulos mengungkapkan kepada media bahwa dirinya merasa diperlakukan bagai binatang oleh UEFA, asosiasi sepak bola Eropa setelah mereka diharuskan tetap menjalani permainan perempat final Liga Champion mereka meskipun sehari sebelumnya mereka mengalami serangan bom.

Dortmund mengalami kekalahan 2-3 terhadap Monaco setelah bus tim mereka terjebak dalam 3x ledakan sewaktu meninggalkan hotel mereka dalam perjalanan menuju Signal Iduna Park, tempat laga tersebut diadakan.

Sang manager Dortmund, Thomas Tuchel mengungkapkan setelah timnya tidak diberi pilihan untuk menunda pertandingan.

Dan Sokratis yang melihat langsung rekan satu timnya, Marc Bertra dibawa ke rumah sakit guna menjalani operasi setelah mengalami luka di lengan akibat serangan bom tersebut, juga memberi tamparan keras kepada UEFA atas perlakuan terhadap timnya.

Ia mengungkapkan kepada ESPN FC, “Saya bahagia mengetahui saya masih hidup.”
“Hari tersebut merupakan hari tersulit yang pernah saya alami, dan saya berharap orang lain tidak perlu mengalaminya. Setelah kemarin saya tidak berkesempatan berpikir jernih soal pertandingan.”

“Namun hari ini rasanya sangat sulit untuk pergi dan bermain sepak bola. Bagi semuanya, sulit untuk lanjut bekerja setelah kejadian kemarin. Saya berharap kejadian yang menimpa kami tidak akan pernah menimpa orang lain. Saya berharap kejadian kemarin yang terakhir.”

“Kami akan berbicara dengan presiden dan pelatih kami. Tetapi kami tidak memiliki solusi lebih lanjut. Saya merasa seperti yang saya katakan sebelumnya: Saya merasa diperlakukan seperti binatang dan bukan sebagai manusia. Yang tidak mengalaminya, tidak akan mengerti dampaknya terhadap kami.”